Kamis, 01 Januari 2015

Isi Makalah Filsafat Eksistensialisme

EKSISTENSIALISME
1.      Terminologi Eksistensialisme

Eksistensialisme berasal dari kata “eksistensi” dari kata dasar “existency” yaitu “exist”. Kata “exist” adalah bahasa Latin yang artinya : “ex”, keluar dan “sistare” artinya berdiri. Jadi eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri.[1]
Dalam membuat definisi eksistensialisme, kaum eksistensialis tidak sama. Namun demikian, ada sesuatu yang dapat disepakati oleh mereka, yaitu sama-sama menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral.
Ahmad Tafsir mengatakan bahwa filsafat eksistensi tidak sama persis dengan filsafat eksistensialisme. Yang dimaksud dengan filsafat eksistensi adalah benar-benar sebagaimana arti katanya, yaitu filsafat eksistensi yang menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral. Adapun yang dimaksud dengan filsafat eksistensialisme, rumusannya lebih sulit daripada eksistensi. Sejak muncul filsafat eksistensi, cara wujud manusia telah dijadikan tema sentral pembahasan filsafat, tetapi belum pernah ada eksistensi yang secara begitu radikal menghadapkan manusia kepada dirinya seperti eksistensialisme.[2]
Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia, hewan dan pepohonan pun berada di dunia. Akan tetapi, cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dunia, ia mengalami beradanya di dunia itu menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia dan mengerti apa yang dihadapinya. Manusia mengerti guna pohon, batu dan salah satu diantaranya ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Apa arti semua ini ? artinya ialah bahwa manusia adalah subjek. Subjek artinya yang menyadari, yang sadar. Barang-barang yang disadarinya disebut objek.[3]
Ada beberapa tokoh filsafat eksistensialisme, diantaranya yaitu : Martin Heidegger, J.P. Sartre, dan Gabriel Marcel.[4]

A.    Martin Heigger (1905 M)

Menurut Martin Heigger, keberadaan hanya akan dapat menjawab melalui jalan ontologi, artinya jika persoalan ini dihubungkan dengan manusia dan dicari artinya dalam hubungan itu. Metode untuk ini adalah metodologi fenomenotogis. Jadi yang penting adalah menemukan arti keberadaan itu.
Satu-satunya yang berada dalam arti yang sesungguhnya adalah beradanya manusia.Keberadaan manusia disebut desein (berada di sana, di tempat). Berada artinya menempati atau mengambil tempat. Desein manusia disebut juga eksistensi.
Keberadaan manusia, yaitu berada di dalam dunia maka ia dapat member tempat kepada benda-benda yang di sekitarnya, ia dapat bertemu dengan benda-benda itu dan dengan manusia-manusia lain, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan semuanya.[5]

B.     J.P. Sartre

Menurut Sartre, eksistensi manusia mendahului esensinya. Filsafat eksistensialisme membicarakan cara berada di dunia ini, terutama cara berada manusia. Dengan kata lain, filsafat ini menempatkan cara wujud-wujud manusia sebagai tema sentral pembahasannya. Cara itu hanya khusus ada pada manusia karena hanya manusialah yang bereksistensi. Binatang, tumbuhan, dan bebatuan memang ada, tetapi mereka tidak dapat disebut bereksistensi. Filsafat eksistensialisme mendamparkan manusia ke dunianya dan menghadapkan manusia kepada dirinya sendiri.[6]

C.    Gabriel Marcel

Dalam filsafatnya, ia menyatakan bahwa manusia tidak hidup sendirian, tetapi bersama-sama dengan orang lain. Akan tetapi, manusia memiliki kebebasan yang otonom. Manusia bukanlah makhluk yang statis, sebab ia senantiasa menjadi (berproses) atau being and becoming. Ia selalu menghadapi objek yang harus diusahakan, seperti yang tampak dalam hubungannya dengan orang lain.[7]

2.      Macam-macam Filsafat Eksistensialisme

a.       Eksistensialisme Murni. Dinamkan demikian karena ia terbatas dari semua keyakinan yang diwariskannya. Cabang ini diwakili oleh Heidegger dan Sartre.
b.      Eksistensialisme Terikat. Berhubungan dengan suatu keyakinan tertentu. Diwakili oleh Karl Jespers dan Gabriel Marcel.






3.      Karakteristik Umum Filsafat Eksistensialisme

a.       Eksistensi mendahului esensi
Bahwa manusia ditemukan, setelah itu ia mengakui sisi keistimewaan dan sifat-sifatnya. Oleh karena itu manusia bukanlah eksistensi sempurna, bahkan manusia adalah tendensi (kecenderungan), usaha keras dan rencana.
b.      Eksistensi manusia
Eksistensi yang diperhatikan oleh filsafat eksistensialisme pada tingkat pertama adalah eksistensi manusia.
c.       Manusia merdeka dan bebas memilih
Ia memilih apa yang mungkin bisa diwujudkannya diantara kemungkinan yang diberiakan kepadanya. Ketika memilih, manusia berani menempuh resiko karena ia bisa masuk dalam kesuksesan atau kegagalan.
d.      Eksistensi dan non-Eksistensi
Resiko dan bahaya yangb terus-menerus mengancam alam eksistensi menjadikan manusia merasakan nihilsme.[8]



[1] Ahmad Tafsir, 2006 : 218
[2] Ahmad Tafsir, 2006 : 218-219
[3] Ahmad Tafsir, 2006 : 218-219
[4] Ahmad Tafsir, 2006 : 218-219
[5] Drs. Atang Abdul Hakim, M.A. dan Drs. Beni Ahmad Saebani, M.Si. , 2008 : 334-335
[6] Drs. Atang Abdul Hakim, M.A. dan Drs. Beni Ahmad Saebani, M.Si. , 2008 : 336
[7] Drs. Atang Abdul Hakim, M.A. dan Drs. Beni Ahmad Saebani, M.Si. , 2008 : 337
[8] Dr. Fuad Farid Isma’il dan Dr. Abdul Hamid Mutawalli, 2012 : 148-150

Labil

Perasaan ini sungguh tak menentu
Terkadang ingin ini
Terkadang ingin itu
Namun memang sesungguhnya
Prinsip itu ada
Dalam jiwa
Hati
dan Pikiran
Keinginan di masa depan
Sudah terbayang
Tapi ini hanya butuh
Proses
dan Pembuktian
Ingin berkata ini takut
Dibilang harapan palsu
Ingin berkata itu takut
Menyakiti
Bingung.. ya memang bingung
Namun pada akhirnya
Berserah diri yang ku lakukan

Jumat, 27 September 2013

Menghadapi Permusuhan dengan Kaum Kafir Quraisy


               Sejak hijrah ke Madinah, selama kurang lebih 10 tahun, Nabi dan para sahabatnya berdakwah kepada penduduk Madinah tanpa mengenal lelah, dan tidak pernah putus asa. Melihat jumlah kaum muslimin semakin berkembang di Madinah, kaum kafir Quraisy menjadi semakin marah dan semakin menjadi-jadi dalam menekan umat Islam. Di Mekah, umat Islam diancam dan dikucilkan dalam setiap kegiatan. Di Madinah, kaum kafir Quraisy menggunakan sekutunya kaum Yahudi untuk menghalangi dakwah Nabi Muhammad SAW. dengan menghasut para peziarah yang datang ke Mekah untuk membenci Rasulullah SAW.
            Salah seorang Yahudi yang tidak senang kepada Nabi Muhammad SAW. adalah Abdullah bin Ubay. Dia menjadi mata-mata dan selalu melaporkan kegiatan Nabi di Madinah kepada kaum kafir Quraisy di Mekah. Kaum kafir Quraosy diam-diam menyusun kekuatan militernya untuk menghancurkan umat Islam. Kemudian, Nabi juga membentuk satuan tentara bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan diri dri segala ancaman kekuatan kafir Qurisy dan sekutunya Yahudi, di Mekah ataupun di Madinah. Satuan tentara yang dibentuk Rasulullah SAW. semata-mata hanya untuk mempertahankan diri, bukan untuk menyerbu musuh.
            Sehubungan dengan itu, turunlah yang memperbolehkan umat Islam untuk mempertahankan diri dari kaum Quraisy dan sekutunya.
Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 39 :
اُذِ نَ لِلْذِ يْنَ يُقَا تَلُوْ نَ بِاَ نّهُمْ ظُلِمُوْا وَ اِ نَّ اللّه عَلَى نَصْرِ هِمْ لَقَدِيْرٌ           
Artinya :
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar  Maha Kuasa menolong mereka itu.” (Q.S Al-Hajj : 39)
            Menurut ahli sejarah, Nabi Muhammad SAW. pernah mengikuti sebanyak 27 kali peperangan. Peperangan yang dilakukan beliau disebut gazwah, sedangkan peperangan yang tidak diikuti beliau karena untuk memimpinnya diwakili kepada sahabatnya disebut sarriyah, dan berjumlah 28 kali.
Diantara peperangan tersebut adalah :
1.      Perang Badar
Perang ini terjadi di dekat sumber mata air milik seseorang bernama Badar pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H, bertepatan dengan 5 Januari 623 M. Dalam perang ini pasukan Islam hanya berjumlah 313 orang yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. sedangkan pihak kafir Quraisy berjumlah 1.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Perang ini dimenangkan oleh umat Islam dengan korban tewas sebanyak 14 orang muslim dan 70 orang kafir termasuk Abu Jahal.


Dampak dari Perang Badar secara umum adalah :
a.      Menambah harum nama umat Islam dimata bangsa Arab, sehingga banyak diantara mereka yang dengan suka rela masuk Islam.
b.      Umat Islam merasa yakin dan percaya akan kebenaran agama Islam dan janji-janji Allah SWT. Kerena itu mereka selalu siap menghadapi serangan musuh demi membela kebenaran ajaran Islam.
c.       Kekalahan kafir Quraisy yang besar jumlahnya menyebabkan mereka semakin gentar dan khawatir apabila berhadapan dengan pasukan Islam.
2.      Perang Uhud
Perang ini berlangsung pada bulan Sya’ban tahun 3 H, bertepatan bulan Januari 625 M di sebuah perbukitan bernama Uhud. Pasukan Islam pimpinan Nabi Muhammad SAW. pada awalnya berjumlah 1.000 orang, tetapi 300 orang membelot karena hasutan Abdullah bin Ubay. Sedangkan kafir Quraisy berjumlah 3.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan dan Istrinya Hindun. Perang ini awalnya hamper dimenangkan oleh umat Islam, tetapi karena pasukan Islam mengabaikan perintah Rasulullah SAW. dan meninggalkan posisi untuk mengambil harta rampasan perang (ganimah), akhirnya pasukan Islam mengalami kekalahan. Bahkan, Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) terbunuh dan isi tubuhnya terkoyak-koyak oleh Hindun. Korban meninggal dari umat Islam berjumlah 70 orang, sedangkan kafir Quraisy berjumlah 23 orang.
3.      Perang Khandaq/Ahzab
Perang Khandaq ini disebut juga Perang Ahzab. Perang ini terjadi karena adanya serbuan kaum kafir Quraisy disebelah utara Madinahpada bulan Syawal 5 H atau Maret 627 M. Dalam perang ini, pasukan musuh berjumlah 10.000-an orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan, sedangkan pasukan Islam hanya berjumlah 3.000-an orang dibawah pimpinan Nabi Muhammad SAW. dan Ali bin Abi Thalib. Atas usul dari salman A-Farisi (seorang Persia), pasukan Islam membuat parit mengelilingi perbatasan kota Madinah. Dengan adannya parit ini, pasukan kafir Quraisy mengalami kekalahan.
Selain tiga perang di atas, terjadi juga beberapa peperangan lainnya, yaitu : Perang Khaibar, Perang Mut’ah, dan Perang Tabuk.
Disamping peperangan, Nabi dan para sahabatnya juga melakukan langkah-langkahlain dalam menghadapi serangan kaum kafir, yaitu :
1.      Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian ini berlangsung pada bulan Zulkhaidah tahun 6 H atau April 628 M di daerah Hudaibiyah. Asal mula terjadinya perjanjian ini adalah adanya keinginan kaum Muhajirin untuk beribadah haji dan menengok saudara mereka di Mekah yang selama 6 tahun mereka hijrah tak bertemu. Akan tetapi, keinginan itu dihalangi oleh kaum kafir Quraisy. Maka Nabi pun berangkat dengan kaum Muhajirin untuk pergi ke Mekah. Sesampainya di Hudaibiyah, Nabi dan para pengikutnnya dicegat oleh kaum Quraisy.
Rasulullah SAW. mengalihkan perjalanan melalui desa Hudaibyah dan beristirahat disana. Datanglah utusan pertama dari Quraisy bernama Badil yang menanyai maksud kedatangan Rasulullah SAW. ke Mekah. Rasul memberikan jawaban untuk disampaikan kepada tokoh-tokoh Quraisy bahwa tujuannya untuk umrah. Lalu datang utusan kedua dengan maksud yang sama, bernama Harits bin Al-Qamah diajawab oleh Rasulullah SAW. dengan jawaban yang sama. Lalu datang lagi utusan ketiga bernama Urwah bin Mas’ud. Kemudian Rasulullah SAW. mengutus Utsman bin Affan menemui tokoh-tokoh Quraisy hingga terdengar kabar burung bahwa Utsman bin Affan wafat, para sahabat dari Muhajirin dan Ansar segera mengambil baiat dihadapan Rasulullah SAW. akan menjaga keselamatan Rasulullah dan ajarannya. Baiat tersebut dikenal dengan Baiat Ridwan.
Dari sinilah kemudian lahirlah Perjanjian Hudaibiyah, yang isinya :
a.      Umat Islam dan kaum kafir Quraisy tidak boleh salaing serang selama 10 tahun.
b.      Nabi dan pengikutnya tidak diperkenankan beribadah haji pada tahun ini.
c.       Kaum Muslimin wajib mengembalikan orang Mekah yang menjadi pengikut Nabi di Madinah, sedangkan kaum kafir Quraisy tidak wajib mengembalikan orang Madinah yang menjadi pengikut mereka.
d.      Setiap orang diberi kebebasan untuk memilih menjadi pengikut Nabi atau kaum kafir Quraisy.
2.      Fathul Mekah
Fathul Mekah artinya pembebasan kota Mekah yang terjadi bulan Ramadhan tahun 8 H atau Januari 630 M. Sebab utama terjadinya Fathul Mekah adalah kaum kafir Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah dan menyerang kaum Muslimin yang ada di Mekah. Maka, pada tanggal 10 Ramadhan, Rasulullah berangakat bersama  ± 10.000 pasukan menuju Mekah. Pembebasan kota Mekah yang dilakukan Nabi SAW. dan pengikutnya itu tanpa ada pertumpahan darah dan peperangan. Karena itulah, penduduk kota Mekah pun banyak yang masuk Islam termasuk pemimpin kafir Quraisy Abu Sufyan. Kaum Muslimin memasuki Mekah tanpa terjadi peperangan, dimana kaum kafir Quraisy menyerah dan tidak melakukan perlawanan. Abbas mengajak Abu Sufyan untuk menyerah kepada Nabi Muhammad SAW. dan menyatakan keislamannya.
Lalu Rasulullah SAW. menuju Ka’bah untuk membersihkan / memusnahkan berhala yang ada didalam Ka’bah dan disekitarnya. Selain itu, melakukan tawaf dan shalat dua rakaat di dalam Ka’bah. Pada waktu pembersihan tersebut, turunlah wahyu surah Al-Isra’ ayat 81 :
                              وَ قُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَ هَقَّ الْبَاطِلُوْ اِنَّ الْبَا طِلَ كَانَ زَهُوْقًا    
Artinya:

“Dan katakanlah : ‘kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap’. Sungguh yang batil itu pasti lenyap”. (Q.S Al-Isra’ ayat : 81)

Conversation About The Vocation

Ima    : Assalamu’alaikum ?
Ulfah : Waalaikum salam. Hey how are you ?
Ima    : I’m say a sound peh, how about you ?
Ulfah : I’m fine thanks. By the way next week we have a holiday ?
Ima    : Oh yeah, Where you have vacation plans ?
Ulfah : how about we vacation to the beach ?
Ima    : Oh No,that is not foreign.
Ulfah : Where are you going then ?
Ima    : How about we go for a hike ?
Ulfah : Really ?
Ima    : Yeah.. Why not ?
Ulfah : But we may not get there just go together, are we right woman !
Ima    : Hmm.. How about we go to the peak ?
Ulfah : Good idea, we'll be able to stay at my grandmother's villa.
Ima    : Okay .. but would not it be a hassle ?
Ulfah : Oh no, more about my grandmother had asked me to go out there.
Ima    : Well, when we go there ?
Ulfah : How about the second day of a holiday.
Ima    : All right ! I will soon ask permission from my parents.
Ulfah : Okay.. I hope you are permitted
Ima    : Yeah.. and I hope our holiday  will be delight !
Ulfah : Sip.. see you next time.
Ima    : See you too..

Kamis, 13 Desember 2012

Satu Inginku

Yaa Alloh...
Saat ini Kau masih berikan aku nafas
Kau beri aku kesempatan untuk tetap hidup
Meski tak tahu berapa banyak dosa yang ku perbuat
Yaa Rahman...
Kau jaga dan pelihara kami
Dengan penuh kasih sayang
Kau curahkan tanpa pilih kasih
Yaa Robbul Izati...
Jika kelak aku dipanggil menghadap-Mu
Apa aku pantas masuk surga-Mu
Surga yang penuh kenikmatan melebihi dunia
Yaa Ghafar...
Aku hamba-Mu yang hina
Ampuni kesalahnku Yaa Rabb
Jauhkan aku dari siksa neraka-Mu
Yaa Malik...
Saatku hembuskan nafas terakhir
Hingga aku pergi meninggalakan alam fana 
Aku titipkan orang-orang shalih yang menyayangiku
Aku mohon lindungi mereka
Hingga ajal menjemput 
Pertemukan kami kembali di alam-Mu yang Baka

Kamis, 01 Maret 2012

makalah ANIAYA


Kata Pengantar

Alhamdulillah dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT kami ucapkan atas tersusunnya makalah ini yang berjudul “Aniaya”. Tanpa rida dan kasih sayangNya serta petunjuk dariNya, mustahil makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Pendidikan Agama Islam (PAI) pada semester II tentang bab “Perilaku Tercela”. Pada makalah ini kami akan membahas tentang perilaku tercela, khususnya aniaya. Aniaya merupakan tindakan tercela yang artinya tindakan tidak manusiawi yang bertentangan dengan hak asasi manusia.
Dengan hadirnya makalah ini kami berharap dapat memberikan suatu referensi mengenai “aniaya” dalam proses belajar-mengajar di sekolah, maupun di luar sekolah. Kami juga berharap bahwa makalah ini dapat diterima oleh masyarakat luas.
Akhirnya, kami sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, kami mengharapkan saran dan kritik terhadap makalah ini. Sehingga pada akhirnya nanti makalah kami selanjutnya akan menjadi lebih baik lagi.Kebenaran Kesempurnaan hanya Allah lah yang punya.
Ciamis, 02 Maret 2012
Tim Penulis

Daftar Isi
Halaman Judul 1
Kata Pengantar 2
Daftar isi 3
Bab I Pendahuluan 4
A. Latar Belakang 4
B. Tujuan 4
Bab II Isi
i. Pengertian 5
ii. Isi 5
Bab III Penutup 9
Daftar Pustaka 10






Bab I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan terhadap orang lain di luar batas kemanusiaan. Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa.Oleh karena itu, aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya.
Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi. Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya, bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut.
B. Tujuan
Pembuatan Makalah ini bertujuan untuk :
1. Memenuhi tugas PAI semester II tentang bab “Perilaku Tercela”
2. Memberikan referensi bacaan mengenai perilaku tercela, sehingga kami berharap makalah ini dapat memberikan cahaya terang dalam menggapai ridhlo Allah SWT dan dapat membentuk Akhlakul karimah umat manusia.
3. Memberikan referensi mengenai “Aniaya” dalam proses belajar-mengajar.



Bab II
Isi
I. Pengertian
Perkataan aniaya berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya perbuatan bengis, penyiksaan atau zalim. Yang dimaksud dengan aniaya ialah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu dengan semestinya atau sesuai dengan ketentuan Allah SWT). Aniaya atau bengis yaitu suatu tindakan yang tidak manusiawi yang bertentangan dengan hak asasi manusia.
Aniaya juga bisa disebut zalim. Kata zalim berasal dari bahasa Arab, dengan huruf “za la ma” yang bermaksud gelap. Kalimat ini digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, dan ketidak adilan.
II. Isi
Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya
Pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa penganiayan merupakan kejahatan yang bersifat mengancam harta dan jiwa. Perbuatan itu sama dosanya dengan mencuri, bahkan lebih besar, karena didalamnya terdapat unsur kekerasan. Jika sampai membunuh korbannya maka jelas perbuatan itu termasuk salah satu dosa besar. Firman Allah SWT:

Artinya: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS Al Maidah : 33)
Dari ayat tersebut, dinyatakan bahwa hukuman bagi penganiaya diberlakukan sesuai dengan jenis perbuatan yang dilakukannya, yaitu sebagai berikut.
1. Jika menganiaya dan membunuh korban serta mengambil hartanya, penganiaya dihukum dibunuh dan disalib
2. Jika ia hanya mengambil harta tanpa membunuh korbannya maka hukumannya dihukum potong tangan dan kakinya dengan cara silang.
3. Jika ia tidak mengambil harta dan membunuh karena tetangkap sebelum sempat melakukan sesuatu atau hanya menakui0nakuti saja maka hukumannya adalah dipenjara.

A. Jenis-jenis perbuatan aniaya
1) Aniaya kepada Allah SWT
Aniaya kepada Allah SWT mengandung arti tidak menjalankan perintah Allah dan tidak menjauhi laranganNya. Contoh, melaksanakan aktifitas hidup dengan tidak dilandasi niat dan mencari ridhlo Allah SWT.
2) Aniaya kepada diri sendiri
Aniaya kepada diri sendiri mengandung arti melakukan perbuatan dosa, baik kecil ataupun besar, baik dengan sengaja ataupun tidak.

Ciri-ciri orang yang melakukan aniaya terhadap dirinya sendiri :
 Sering bicara tentang nasibnya yang malang dan tidak beruntung.
Ø
Menyadari kekurangan adalah awal yang baik – bagian dari instrospeksi untuk mengubah kekurangan menjadi kelebihan. Tetapi mengekspos nasib malang dan kekurangan tak ubahnya pengemis di lampu merah yang mengekspos cacat untuk kepentingan diri sendiri.
 Tidak menyukai semangat orang lain dan berusaha menahannya.
Ø
Ingatlah, perbuatan merintangi jalan beraura negatif dan akan kembali kepada diri sendiri sebagai gelombang negatif juga. Orang yang menghambat orang lain sebenarnya sedang menganiaya diri sendiri.

Dampak negatif dari perbuatan aniaya terhadap diri sendiri :
• Merasa tidak nyaman dengan keberuntungan orang lain (ujungnya adalah iri hati dan merendahkan kemampuan orang lain)
• Selalu menganggap orang lain lebih beruntung
• Selalu melihat sisi buruk dari sebuah situasi atau keadaan (dan berujung pada mencari pembenaran terhadap kesalahan dan kegagalan).

3) Aniaya kepada orang lain
Aniaya kepada orang lain mengandung arti memperkosa kehormatan, harta benda ataupun berbuat semena-mena kepada orang lain
4) Aniaya kepada binatang
Aniaya kepada binatang mengandung arti memperlakukan binatang dengan seenaknya, keji, menyakiti, dan perbuatan lainnya secara tidak manusiawi, misalnya menjadikan binatang sebagai sasaran latihan memanah atau menembak, menelantarkan binatang peliharaan dan menyembelih hewan dengan senjata tumpul
5) Aniaya kepada Alam
Aniaya kepada alam mengandung pengertian melakukan perbuatan yang dapat merusak alam, seperti pencemaran air, udara dan lingkungan, penebangan liar dan lain sebagainya.

B. Akibat Perbuatan Aniaya
i. Bagi penganiaya :
 Tidak akan disenangi bahkan akan dibenci masyarakat
v
 Hidupnya tidak akan tenang, karena dibayangi rasa takut
v
 Mencemarkan nama baik dirinya dan keluarga
v
 Orang yang berbuat aniaya seperti merampok dan membunuh,
v apabilaperbuatannya diketahui oleh alat negara lalu ditangkap dan diadili, maka tentu ia akan dijatuhi hukuman, misalnya dipenjarakan.
 Para pelaku aniaya itu, jika tidak bertobat dengan tobat
v sesungguh-sungguhnya, maka di alam akhiratnya ia akan dicampakan ke dalam api neraka
ii. Bagi orang yang dianiaya :
 Orang yang dianiaya akan mengalami kerugian dan bencana sesuai dengan
v jenis penganiayaan terhadap dirinya, misalnya kehilangan harta benda, menderita sakit fisik dan mental bahkan sampai kehilangan jiwa
 Bila penganiaayaan itu terjadi dimana-mana maka masyarakat tidak akan memperoleh kedamaian dan ketentraman.
v
 Semangat dan gairah kerja masyarakat akan menurun, karena mereka
v dibayangi rasa takut terhadap perbuatan-perbuatan jahat orang zalim
 Jika dalam suatu masyarakat atau negerijumlah orang-orang yang
v zalimnya mayoritas dan mereka tidak bertobat maka tidak mustahil Allah SWT akan menurunkan adzab-Nya
C. Cara menghindari aniaya
Dalam upaya menghindari perbuatan aniaya ini hendaknya kita memperhatikan hak-hak diri sendiri, hak orang lain, hak binatang, alam, dan sebagainya. Selain itu pula kita hendaknya takut kepada dosa, karena Allah swt telah melarang kita berbuat aniaya, atau berbuat kerusakan di muka bumi ini.



Bab III
Penutup
Makalah dengan judul “Aniaya” akan lebih mudah dimengerti dan dipahami khususnya bagi siswa, apabila pembelajaran lebih diorientasikan pada realita kehidupan dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari untuk tidak berbuat aniaya. Dengan mengetahui dampak-dampak negatif dari aniaya diharapkan akhlak para para pelajar sebagai generasi muda pada khususnya dan seluruh umat manusia lambat laun akan lebih baik. Dan ingatlah kekuasaan tertinggi hanya ada pada Allah!! Jadi kita jangan pernah merasa paling berkuasa sehingga dapat berbuat semena-mena kepada orang lain.



makalah english


Nama     : Ima Amaliah Syofa
Kelas     : X-1
Text Descriptive


Borobudur Temple

Borobudur is Hindu – Budhist temple. It was build in the nineth century under Sailendra dynasty of ancient Mataram kingdom. Borobudur is located in Magelang, Central Java, Indonesia.

Borobudur is well-known all over the world. Its construction is influenced by the Gupta architecture of India. The temple is constructed on a hill 46 m high and consist of eight step like stone terrace. The first five terrace are square and surrounded by walls adorned with Budist sculpture in bas-relief. The upper three are circular. 

Each of them is with a circle of bell shape-stupa. The entire adifice is crowned by a large stupa at the centre at the centre of the top circle. The way to the summit extends through some 4.8 km of passage and starways. The design of borobudur which symbolizes the structure of universe influences temples at Angkor, Cambodia.

Borobudur temple which is rededicated as an Indonesian monument in 1983 is a valuable treasure for Indonesian people.



Choose the correct answer by crossing a, b, c, d, or e !
1.      Where lies the Borobudur temple?
a. east Java
b. Magelang, Central Java
c. west java
d. jakarta
e. Surabaya
2.     Borobudur temple is built on a century how?
a. ninth
b. eighth
c. seventh
d. unity
e. fifth
3.     At the time of the kingdom what Borobudur temple built?
a. Ancient Mataram
b. Sailendra dynasty
c. Hindu-Buddhist
d. Majapahit
e. Pajajaran
4.     Borobudur temple design symbolizes what?
a. glory
b. religious
c. fertility
d. influence of natural structures
e. cultural influences
5.     What the main idea of ​​paragraph 1?
a. Borobudur is known around the world
b. Each of them is a circle of bell shape-stupa
c. Its construction is influenced by the Gupta architecture in India
d. Borobudur is located in Magelang, Central Java, Indonesia
e. Borobudur temple is a Hindu-Buddhist

Essay !
1. how many paragraphs of text?
2. what the main idea of paragraph 4?
3. what the title of the above text?
4. influenced by what the architecture of the temple?
5. The first five terraces are decorated?